Fungsi dasar Excel
A.
Pendahuluan
Microsoft
Excel adalah aplikasi spreadsheet
yang menyedikan lembar kerja elektronik dengan keleluasaan mencapai 1.084.576
baris dan 16.384 kolom. Kemudahannya memberi keleluasaan bagi pengguna untuk
membuat berbagai jenis laporan khususnya laporan yang sarat dengan angka yang
membutuhkan sejumlah rumus perhitungan ataupun pemanfaatan fungsi-fungsi yang
tersedia pada aplikasi. Secara umum fungsi yang sering digunakan adalah fungsi
aritmatika, fungsi logika, fungsi keuangan, fungsi statistik, fungsi database dan fungsi teks. Aplikasi
microsoft excel digunakan untuk mempercepat proses pekerjaan yang terkait
dengan:
1. Mempercepat
proses penyusunan anggaran dan penyajian berbagai jenis laporan keuangan.
2. Menunjang
proses penyelesaian soal-soal logika dan matematika
3. Kepraktisan
visualisasi data dalam bentuk grafik ataupun dashboard.
4. Melakukan
analisis data dari sejumlah kumpulan hasil data penelitian.
5. Menghitung
dan mengelola investasi, pinjaman, penjualan, inventaris, dan lain-lain.
Sejak Excel versi XP, 2007,
2010, 2013 dan yang terakhir Excel 2016 mengalami perubahan dengan
tambahan berbagai fitur-fitur menunjang
kepraktisan dan kemudahan dalam ber “olah angka”.
B. Fitur Excel 2013
Beberapa fitur yang tersedia pada Excel 2013 adalah sebagai berikut:
●
One Drive
Ketersediaan pilihan
untuk menyiimpan file pada Cloud. Istilah penyimpanan pada Excel atau keluarga
Microsoft adalah One Drive sebelumnya disebut dengan SkyDrive. Tersedia 5 GB untuk fasilitas yang free, sedangkan jenis premium mampu
menyimpan hingga satu Tera Byte (1000 GB).
Adanya fasilitas Live ID yang dikelola dengan menggunakan akun sendiri
untuk penyimpanan berbagai jenis file selain file Excel pada One Drive. Juga
untuk aksesibilitas yang lebih baik, berbagi dokumen dan kolaborasi secara
online.
Ketersediaan
pilihan berbagai jenis template untuk kalender, formulir, bisnis dan berbagai
bentuk penyajian laporan bentuk anggaran serta masih banyak lagi.
●
Quick
Analysis
Quick Analysis
merupakan fitur baru Excel 2013 yang muncul dari sebuah ikon kecil. Ikon
tersebut muncul setelah pengguna memblok tabel yang hendak dianalisis tepat di
pojok kanan bawah data yang diblok. Dari ikon kecil ini, pengguna dapat menampilkan
visualisasi data dengan berbagai cara seperti memformat data berkarakter
tertentu hingga membuat grafik dan tabel. Semua itu dilakukan hanya dengan satu
klik.
● Pivot Table
Tabel Pivot adalah tabel interaktif
yang memungkinkan pengguna mengelompokkan dan meringkas sejumlah besar data
dalam suatu format tabular dan ringkas sehingga memudahkan pembuatan laporan
dan analisis.
C.
Lembar Kerja Excel
Tampilan
umum lembar kerja elektronik dalam bentuk tabel yang memiliki baris dan kolom
pada tiap sheet.
D. Tab HOME
Beberapa
menu pilihan kelompok Tab HOME dalam bentuk Ribbon berikut Dialog Box, Command
Group, Formula Bar dan Icon Cut, Copy, Paste yang paling sering digunakan dalam
proses pembuatan laporan.
D. Tab HOME
Sesi 2
Fungsi Chart dan Quick Analysis
A. CHART
Chart adalah
sebuah representasi dari data bilangan. Secara cepat membaca data dalam bentuk
Chart dirasakan lebih mudah menangkap pola, trend atau untuk komparasi antara
satu periode dengan periode sebelumnya. Fungsi chart pada Excel sangat praktis
untuk memvisualisasikan data ke dalam bentuk tampilan grafik dengan berbagai
tipe berikut ini.
B. QUICK ANALYSIS
Fitur
ini mulai tersedia sejak Excel 2013. Fungsi fitur Quick Analysis adalah
mempercepat proses analisis langsung
dari data-data yang ada dengan menampilkan bentuk visualisasi seperti chart.
Untuk memastikan bahwa Quick Analysis status aktif atau belum dapat dicek
dengan cara:
o Klik
Tab FILE > OPTIONS
o Pilik
General lalu klik pada pilihan “Show Quick Analysis options on selection”
Sesi 3
Fungsi Logika dan Data
Fungsi Logika
digunakan untuk menanyakan sebuah data berdasarkan suatu kriteriteria tertentu.
Sebagai contoh sederhana diketahui data mahasiswa lengkap dengan nilai akhir.
Dinyatakan lulus jika kriteria nilai akhir adalah minimal 60, jika tidak
dinyatakan gagal. Dengan fungsi IF, maka dasar penulisannya adalah:
IF(NILAI
AKHIR>=60;”LULUS”;”GAGAL”).
Fungsi logika
lainnya adalah AND, OR, NOT, COUNTIF, SUMIF.
Sesi 4
Fungsi Umum Finansial
Fungsi Finansial sangat membantu untuk menghitung
lebih cepat data-data keuangan. Secara umum penggunaan Fungsi Finansial dibagi
dalam dua bagian utama , yaitu :
1. Future Value (FV).
Fungsi
FV digunakan untuk menghitung berbagai kemungkinan nilai uang di masa mendatang
pada berbagai tingkat suku bunga dan waktu.
1.
Present
Value (PV).
Berdasarkan sejumlah uang pada masa mendatang pada
berbagai tingkat bunga, PV akan dihitung nilai uang tersebut sekarang.
Fungsi yang sering digunakan selain PV, FV diantaranya
adalah
●
PMT = digunakan untuk menentukan nilai Total
Angsuran
●
NPV = NPV menghitung nilai saat ini untuk setiap
rangkaian arus kas dan menjumlahkannya untuk mendapat nilai bersih saat ini.
●
IRR = Mengembalikan tingkat pengembalian
internal untuk serangkaian arus kas yang dinyatakan oleh angka dalam nilai.
●
MIRR = Mengembalikan laba atas investasi
internal yang dimodifikasi untuk serangkaian arus kas periodik. MIRR
mempertimbangkan baik biaya investasi maupun bunga yang diterima dari
penginvestasian kembali kas.
Rumus
: =PMT(rate,nper,pv,fv,type)
1.
rate
adalah tingkat suku
bunga.
2.
nper merupakan total jumlah periode
pembayaran.
3.
pv adalah nilai sekarang atau nilai
penanaman modal hari ini. Jika pv dihilangkan, maka akan
diasumsikan 0.
4.
fv merupakan nilai kemudia (future value) atau nilai modal pada
akhir jangka waktu. Apabila nilai ini dihilangkan, maka diasumsikan 0.
5.
type merupakan waktu pembayaran.
Sesi 5
Fungsi Data Analysis
Fungsi
Data Analysis dibutuhkan untuk penunjang Statistik sebagai alat bantu dalam
proses analisis suatu data yang berupa angka-angka (data kuantitatif). Berikut
adalah beberapa contoh penggunaan fungsi Data Analyssi yang sering digunakan
untuk menunjang kebutuhan, yakni fungsi Descritive Statistic, Regression,
Correlation dan Exponential Smoothing.
A.
Descritive
Statistic
Diketahui
sekelompok data nilai (pada kolom A). Dengan fitur Descritive Statistic, maka
akan dihasilkan angka deskritif pada kolom D. Informasi yang diperoleh dari
Analisis Statistik Deskriptif antara lain adalah Pemusatan data (Mean, Median,
Modus), Penyebaran data (Standar Deviasi, Varian, Range) dan kecenderungan
sekelompok data.
B.
Regression
Regresi adalah suatu metode analisis statistik yang
digunakan untuk melihat pengaruh antara dua atau lebih variabel. Hubungan
variabel tersebut bersifat fungsional yang diwujudkan dalam suatu model
matematis
C.
CORRELATION
Korelasi
adalah fungsi statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua
variabel yang bersifat kuantitatif. Analisis korelasi merupakan studi pembahasan mengenai derajat hubungan atau
derajat asosiasi antara dua variabel, misalnya variabel X dan variabel Y.
Dengan menggunakan data sebelumnya gunakan fungsi CORREL
D.
Exponential
Smoothing
Exponential
Smoothing adalah suatu prosedur yang secara terus menerus memperbaiki peramalan
dengan merata-rata (menghaluskan = smoothing)
nilai masa lalu dari suatu data runtut waktu dengan cara menurun (exponential). Untuk jelasnya lihat
contoh data berikut:
Sesi 6
Fungsi Pivot Table
PivotTable adalah fitur untuk
merangkum, menganalisa, mengeksplorasi dan mempresentasikan data. PivotTable sangat powerful untuk
merangkum data dalam jumlah besar dengan waktu yang sangat singkat. Dengan PivotTable, bisa dilakukan manipulasi
layout data sesuai kebutuhan.
●
TWO-DIMENSIONAL PIVOT TABLE
Berikut
adalah contoh Pivot Table 2 dimensi. Disebut dua dimensi adalah terdapat field
pada area Row dan area Column. Beri centang pada Category lalu di drag ke area
Column.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar